Pernikahan merupakan momen sakral sekali seumur hidup. Itulah mengapa
acara pernikahan dipersiapkan sedemikian rupa supaya berjalan lancar.
Namun kembali lagi, manusia hanya bisa berencana, dan Tuhan yang
menentukan hasil akhirnya. Pernikahan yang seharusnya berjalan penuh
suka cita ini justru berakhir duka cita.
Dilansir dari youtube.com/HotNews
(03/04/17), pernikahan antara Rani Apriliani dan Kais Putra Prayoga ini
harus berakhir 15 menit setelah mereka resmi menjadi sepasang suami
istri. Bak kisah film, sang pengantin wanita menghembuskan nafas
terakhirnya ketika masih mengenakan baju pengantin di kursi pelaminan.
Dikutip dari tribunnews.com (03/09/16) mempelai wanita diduga meninggal karena penyakitnya yang belum sembuh benar. Belum lama sebelum pernikahan, wanita itu dikabarkan sempat dirawat di rumah sakit. Video pernikahan yang dilangsungkan di daerah Purwakarta Jawa Barat inipun membuat banyak orang turut larut dalam kesedihan.
Namun apa mau dikata, jika ini memang sudah menjadi bagian dari rencana Tuhan. Sebagai manusia biasa, wajar jika kita larut dalam kesedihan ketika mendapat cobaan seberat itu. Namun kita harus percaya bahwa di balik itu semua, Tuhan sedang menyiapkan rencana yang lebih indah untuk kita.
Kisah ini barangkali dapat mengingatkan kita bahwa Tuhan dapat mengambil nyawa makhlukNya kapanpun dan dimanapun juga. Sebagai manusia, hendaknya kita mengumpulkan amal baik sebanyak-banyaknya semasa hidup, sebelum kelak kita dipanggil menghadapNya.
Dikutip dari tribunnews.com (03/09/16) mempelai wanita diduga meninggal karena penyakitnya yang belum sembuh benar. Belum lama sebelum pernikahan, wanita itu dikabarkan sempat dirawat di rumah sakit. Video pernikahan yang dilangsungkan di daerah Purwakarta Jawa Barat inipun membuat banyak orang turut larut dalam kesedihan.
Namun apa mau dikata, jika ini memang sudah menjadi bagian dari rencana Tuhan. Sebagai manusia biasa, wajar jika kita larut dalam kesedihan ketika mendapat cobaan seberat itu. Namun kita harus percaya bahwa di balik itu semua, Tuhan sedang menyiapkan rencana yang lebih indah untuk kita.
Kisah ini barangkali dapat mengingatkan kita bahwa Tuhan dapat mengambil nyawa makhlukNya kapanpun dan dimanapun juga. Sebagai manusia, hendaknya kita mengumpulkan amal baik sebanyak-banyaknya semasa hidup, sebelum kelak kita dipanggil menghadapNya.
